Grease untuk Mesin Industri yang Mengalami Shock Load: Cara Memilihnya

Mesin industri tidak selalu bekerja dengan beban yang stabil. Pada proses tertentu, komponen dapat menerima shock load, yaitu pembebanan yang terjadi secara tiba-tiba atau berubah dalam waktu singkat. Kondisi ini dapat terjadi pada bearing, pin, bushing, coupling, chassis component, maupun bagian mesin lain yang mengalami gaya mekanis tinggi.

Ketika kondisi tersebut berlangsung berulang, grease harus mampu mempertahankan perlindungan pada permukaan komponen. Karena itu, pemilihan grease untuk mesin industri dengan shock load perlu melihat lebih dari sekadar NLGI grade. Karakteristik extreme pressure, base oil, thickener, temperatur, dan kondisi lingkungan juga perlu diperhatikan.

Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan untuk aplikasi yang sesuai adalah Caltex Starplex EP, yang diformulasikan sebagai multipurpose extreme pressure grease dengan mineral base oil ISO 220 dan lithium complex thickener.

Apa Itu Shock Load pada Mesin Industri?

Shock load terjadi ketika komponen menerima beban yang meningkat secara tiba-tiba atau mengalami benturan mekanis selama operasi.

Contohnya dapat ditemukan pada equipment yang melakukan:

  • handling material berat
  • perubahan beban secara tiba-tiba
  • gerakan start-stop berulang
  • operasi dengan getaran tinggi
  • pekerjaan dengan kondisi mekanis yang tidak konstan

Pada situasi tersebut, lapisan pelumas dapat mengalami tekanan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi operasi normal.

Karena itu, grease perlu memiliki karakteristik yang sesuai untuk membantu mempertahankan perlindungan permukaan ketika tekanan meningkat.

Mengapa EP Grease Dibutuhkan?

Extreme Pressure atau EP additives dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan ketika permukaan komponen bekerja dalam kondisi tekanan tinggi.

Starplex EP menggunakan EP additives yang dirancang untuk membantu memberikan perlindungan terhadap keausan pada kondisi severe service dan shock loading.

Hal ini menjadi salah satu alasan EP grease dapat dipertimbangkan untuk mesin industri yang mengalami perubahan beban secara mendadak.

Namun, jangan menganggap semua grease bertuliskan EP memiliki performa yang identik. Jenis base oil, thickener, additive package, NLGI grade, dan batas temperatur tetap perlu dibandingkan.

Apa Peran Starplex EP pada Kondisi Shock Load?

Starplex EP menggunakan mineral base oil ISO 220 dan lithium complex thickener, kemudian dilengkapi EP additives, rust and oxidation inhibitors, serta tackiness additives.

Kombinasi tersebut dirancang untuk mendukung aplikasi multipurpose yang menghadapi kondisi severe service.

EP additives membantu memberikan perlindungan terhadap keausan saat shock loading. Sementara itu, tackiness additives membantu mempertahankan grease pada permukaan dan mengurangi risiko water washout.

Dengan formulasi tersebut, Starplex EP dapat menjadi salah satu kandidat grease untuk titik pelumasan yang memang membutuhkan karakteristik extreme pressure.

Apakah NLGI 2 atau NLGI 3 Lebih Cocok?

Ini merupakan bagian yang sering disalahartikan.

Shock load tidak otomatis berarti harus menggunakan NLGI 3.

Starplex EP tersedia dalam grade seperti EP 2 dan EP 3. Perbedaan utamanya adalah konsistensi, dengan NLGI 3 memiliki konsistensi yang lebih keras dibandingkan NLGI 2.

NLGI grade harus mengikuti kebutuhan titik pelumasan. Jika manufacturer menetapkan NLGI 2, menggunakan NLGI 3 hanya karena mesin mengalami shock load bukan keputusan yang tepat.

Jadi:

EP additives berkaitan dengan kebutuhan perlindungan pada tekanan dan shock loading.

NLGI grade berkaitan dengan konsistensi grease.

Keduanya perlu dipertimbangkan secara terpisah.

Perhatikan Beban dan Kecepatan secara Bersamaan

Mesin dengan shock load belum tentu memiliki kecepatan operasi rendah. Bearing atau komponen tertentu dapat menghadapi kombinasi antara beban tinggi dan putaran tinggi.

Karena itu, grease perlu dipilih berdasarkan kondisi kerja aktual. Grease yang cocok untuk bearing dengan putaran rendah dan beban tinggi belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk bearing dengan putaran tinggi.

Kecepatan juga berkaitan dengan panas yang dihasilkan di dalam bearing. Penggunaan grease terlalu banyak atau grease dengan karakteristik yang tidak sesuai dapat meningkatkan hambatan internal.

Bagaimana dengan Temperatur?

Temperatur merupakan faktor penting dalam aplikasi shock load karena beban tinggi dan operasi terus-menerus dapat meningkatkan temperatur komponen.

Starplex EP 2 memiliki continuous service temperature range sekitar -25°C hingga 130°C, sedangkan Starplex EP 3 sekitar -20°C hingga 130°C, berdasarkan data produk Caltex. Keduanya dapat menghadapi paparan temperatur yang lebih tinggi dalam jangka pendek.

Namun, batas tersebut merupakan karakteristik grease. Batas temperatur aktual bearing, seal, dan equipment tetap harus diperhatikan.

Jangan menggunakan dropping point sebagai batas temperatur operasi.

Ketahanan terhadap Air Juga Penting

Shock load sering terjadi pada equipment yang digunakan di luar ruangan, seperti construction equipment, kendaraan operasional, dan berbagai machinery.

Pada kondisi tersebut, grease tidak hanya menghadapi beban. Air, lumpur, kelembapan, dan proses pencucian juga dapat memengaruhi kondisi grease.

Starplex EP menggunakan lithium complex thickener dengan karakteristik ketahanan terhadap air dan tackiness additives yang membantu mengurangi water washout. Produk ini juga memiliki rust and corrosion inhibitors.

Karakteristik ini dapat menjadi pertimbangan tambahan untuk aplikasi outdoor.

Aplikasi yang Mengalami Shock Load

Grease dengan karakteristik EP dapat dipertimbangkan pada berbagai titik pelumasan yang menghadapi kondisi berat, selama spesifikasi equipment mendukung.

Beberapa contohnya antara lain:

Bearing dengan beban berubah-ubah, terutama ketika terjadi pembebanan mendadak.

Pin dan bushing pada alat berat, yang dapat mengalami tekanan dan getaran selama pergerakan attachment.

Chassis component, terutama pada kendaraan atau equipment yang menghadapi kondisi jalan berat.

Equipment highway dan off-highway, sesuai dengan aplikasi yang dicantumkan untuk Starplex EP.

Daftar tersebut bukan berarti semua titik pada equipment otomatis cocok menggunakan Starplex EP. Spesifikasi OEM tetap harus diperiksa.

Jangan Mengatasi Shock Load Hanya dengan Grease

Shock load yang berlebihan dapat menunjukkan adanya masalah pada desain, alignment, beban kerja, atau kondisi mekanis equipment.

Jika komponen terus mengalami shock loading di luar kondisi desainnya, mengganti grease saja tidak akan menyelesaikan masalah.

Karena itu, maintenance team perlu memeriksa:

Beban aktual, apakah melebihi kapasitas desain.

Alignment, apakah komponen bekerja pada posisi yang benar.

Bearing clearance, apakah masih sesuai.

Kondisi pin dan bushing, apakah sudah mengalami wear.

Grease condition, apakah pelumas masih berada dalam kondisi baik.

Dengan begitu, grease menjadi bagian dari preventive maintenance, bukan satu-satunya solusi.

Berapa Banyak Grease yang Harus Digunakan?

Jumlah grease perlu disesuaikan dengan kebutuhan titik pelumasan.

Memberikan grease terlalu sedikit dapat membuat permukaan tidak mendapatkan perlindungan yang cukup. Sebaliknya, over-greasing dapat meningkatkan temperatur bearing dan hambatan internal.

Interval relubrication juga dipengaruhi oleh beban, kecepatan, temperatur, kondisi lingkungan, serta frekuensi operasi.

Karena itu, gunakan rekomendasi OEM sebagai dasar dan sesuaikan dengan kondisi aktual equipment.

Jangan Campur Grease Tanpa Memeriksa Kompatibilitas

Ketika perusahaan ingin menggunakan Starplex EP pada mesin yang sebelumnya menggunakan grease lain, kompatibilitas harus diperiksa.

Perbedaan thickener dan formulasi dapat menyebabkan perubahan konsistensi atau karakteristik grease ketika tercampur.

Untuk fleet dengan banyak equipment, pencatatan jenis grease pada masing-masing titik pelumasan dapat membantu mengurangi risiko salah aplikasi.

Kapan Starplex EP Layak Dipertimbangkan?

Starplex EP dapat dipertimbangkan ketika titik pelumasan membutuhkan multipurpose EP grease dan menghadapi kondisi seperti beban tinggi atau shock loading.

Produk ini menggunakan lithium complex thickener, mineral base oil ISO 220, EP additives, rust and oxidation inhibitors, serta tackiness additives.

Namun, pemilihan antara Starplex EP 2 dan EP 3 harus mengikuti NLGI grade yang dipersyaratkan oleh equipment.

Jadi, prinsipnya sederhana: pilih karakteristik EP berdasarkan kondisi beban, lalu pilih NLGI berdasarkan kebutuhan titik pelumasan.

Kesimpulan

Mesin industri yang mengalami shock load membutuhkan grease yang mampu memberikan perlindungan pada kondisi tekanan tinggi. EP additives menjadi salah satu karakteristik penting untuk aplikasi tersebut.

Caltex Starplex EP dapat dipertimbangkan karena memiliki EP additives, lithium complex thickener, mineral base oil ISO 220, serta karakteristik ketahanan terhadap air dan perlindungan terhadap korosi.

Namun, pemilihan grease tetap harus didasarkan pada spesifikasi OEM, NLGI grade, beban, kecepatan, temperatur, dan kondisi lingkungan.

PT Lancar Sakti menyediakan kebutuhan grease dan pelumas untuk berbagai aplikasi mesin industri, kendaraan, dan alat berat.

Lihat Katalog Produk PT Lancar Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *