Forklift merupakan salah satu equipment penting dalam kegiatan pergudangan, manufaktur, distribusi, dan material handling. Setiap hari, forklift dapat digunakan untuk mengangkat pallet, memindahkan material, memasukkan barang ke rak, hingga memuat dan menurunkan barang dari kendaraan.

Aktivitas tersebut sangat bergantung pada hydraulic system, terutama untuk menggerakkan mast, carriage, dan fork. Karena itu, pemilihan oli hydraulic untuk forklift perlu disesuaikan dengan sistem hydraulic yang digunakan, bukan hanya berdasarkan merek forklift atau harga produk.

Bagi perusahaan yang mengoperasikan banyak unit forklift, hydraulic oil juga perlu dimasukkan ke dalam program preventive maintenance dan inventory pelumas.

Mengapa Hydraulic Oil Penting untuk Forklift?

Sistem hydraulic pada forklift bekerja dengan fluida bertekanan untuk menggerakkan komponen pengangkat. Ketika operator menaikkan atau menurunkan fork, hydraulic pump mengalirkan fluida menuju cylinder untuk menghasilkan gerakan.

Karena hydraulic system bekerja berulang kali, fluida perlu memiliki karakteristik yang sesuai agar sistem dapat beroperasi sebagaimana yang dirancang.

Hydraulic oil dapat membantu:

Mentransmisikan tenaga dari hydraulic pump menuju actuator.

Mengurangi gesekan dan keausan pada komponen hydraulic.

Membantu melindungi komponen dari karat dan korosi, tergantung formulasi produknya.

Mendukung kestabilan sistem selama operating cycle.

Namun, fungsi tersebut sangat bergantung pada jenis dan spesifikasi hydraulic fluid yang digunakan.

Apakah Semua Forklift Menggunakan Hydraulic Oil yang Sama?

Tidak selalu.

Forklift memiliki berbagai kapasitas, manufacturer, tipe engine, dan desain hydraulic system. Bahkan forklift dengan fungsi yang sama dapat memiliki rekomendasi hydraulic fluid yang berbeda.

Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak menentukan produk hanya dengan informasi:

“Forklift Toyota butuh oli hydraulic.”

Informasi tersebut masih terlalu umum.

Yang lebih tepat adalah mengetahui:

Model forklift

Model hydraulic system

Jenis pump

Viscosity grade yang direkomendasikan

Hydraulic fluid specification

Operating temperature

Rekomendasi manufacturer

Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan produk yang tepat.

Memahami ISO VG pada Oli Hydraulic Forklift

Salah satu spesifikasi yang perlu diperhatikan adalah ISO VG.

Beberapa grade hydraulic oil yang umum ditemukan antara lain:

ISO VG 32

ISO VG 46

ISO VG 68

Perbedaan utamanya berkaitan dengan viscosity.

Namun, forklift yang digunakan di dalam gudang tidak otomatis harus memakai ISO VG tertentu. Grade yang tepat tetap mengikuti rekomendasi equipment.

Sebagai contoh, Caltex Rando HD tersedia dalam ISO VG 32, 46, 68, dan 100 untuk aplikasi hydraulic tertentu. Caltex mencantumkan penggunaannya pada hydraulic systems mobile dan stationary, termasuk construction equipment yang memenuhi persyaratan produk.

Karena itu, jika forklift membutuhkan ISO VG 46, perusahaan perlu mencari hydraulic fluid yang memenuhi grade serta specification tersebut, bukan memilih VG 68 hanya karena dianggap lebih kental.

Caltex Rando HD untuk Hydraulic System Forklift

Salah satu produk Caltex yang dapat dipertimbangkan untuk aplikasi hydraulic tertentu adalah Rando HD.

Caltex menjelaskan bahwa Rando HD diformulasikan dengan premium Group II base oils dan anti-wear additives untuk memberikan perlindungan pada hydraulic pumps pada mobile maupun stationary systems. Produk ini ditujukan untuk sistem hydraulic yang menggunakan vane, gear, atau piston pump sesuai persyaratan aplikasinya.

Rando HD juga memiliki karakteristik yang dirancang untuk membantu mempertahankan stabilitas oksidasi serta membantu melindungi equipment dari keausan.

Untuk forklift, produk tersebut dapat dipertimbangkan apabila viscosity grade dan hydraulic specification-nya sesuai dengan rekomendasi manufacturer forklift.

Forklift di Gudang Bekerja dengan Pola yang Berbeda

Kondisi operasional forklift dapat berbeda dengan excavator atau wheel loader.

Forklift di warehouse biasanya bekerja dalam siklus pendek tetapi berulang. Unit dapat:

Mengambil pallet → mengangkat → berpindah → menurunkan → kembali ke titik awal.

Siklus tersebut dapat berlangsung ratusan kali dalam satu shift tergantung aktivitas gudang.

Selain hydraulic system, penggunaan forklift juga dipengaruhi oleh:

Frekuensi lifting

Durasi operating hours

Beban yang diangkat

Temperatur area kerja

Kondisi lantai

Kebersihan lingkungan

Faktor tersebut perlu dipertimbangkan dalam program maintenance, walaupun keputusan jenis hydraulic oil tetap harus mengikuti rekomendasi OEM.

Tanda Hydraulic System Forklift Perlu Diperiksa

Tidak semua gejala berikut berarti hydraulic oil harus langsung diganti. Namun, semuanya dapat menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan.

Fork Bergerak Lebih Lambat

Jika lifting atau lowering terasa lebih lambat dari biasanya, sistem hydraulic perlu diperiksa.

Hydraulic System Mengalami Overheating

Temperatur hydraulic yang meningkat tidak normal dapat menunjukkan adanya masalah pada sistem.

Hydraulic Oil Mengalami Kebocoran

Level fluid yang berkurang akibat kebocoran dapat memengaruhi kinerja hydraulic system.

Terdapat Suara Tidak Normal

Suara dari hydraulic pump dapat menjadi indikasi bahwa sistem perlu diperiksa.

Filter Cepat Kotor

Kondisi filter dapat memberikan informasi mengenai kebersihan hydraulic system dan kemungkinan kontaminasi.

Jika gejala tersebut muncul, jangan langsung menyimpulkan bahwa oli adalah satu-satunya penyebab. Hydraulic pump, valve, cylinder, seal, hose, filter, dan komponen lainnya juga perlu diperiksa.

Kontaminasi Sangat Penting pada Forklift

Forklift yang digunakan di warehouse biasanya memang bekerja di lingkungan yang lebih terlindung dibandingkan alat berat outdoor. Namun, kontaminasi tetap dapat masuk melalui proses maintenance, hose, seal, pengisian fluid, maupun lingkungan kerja.

Kontaminan seperti debu, air, dan partikel asing dapat memengaruhi hydraulic system.

Karena itu, proses penggantian dan penambahan hydraulic oil perlu dilakukan dengan kebersihan yang baik.

Wadah, funnel, hose, dan peralatan transfer fluid juga harus dijaga agar tidak menjadi sumber kontaminasi.

Hydraulic Oil Bukan Satu-Satunya Fluida pada Forklift

Sebuah forklift dapat memiliki beberapa kebutuhan lubrication dan fluid yang berbeda.

Hydraulic system → hydraulic oil

Engine → engine oil, pada forklift dengan internal combustion engine

Transmission → transmission fluid atau lubricant sesuai desain

Bearing dan titik tertentu → grease

Cooling system → coolant, pada unit yang menggunakannya

Karena itu, procurement sebaiknya tidak membuat satu kategori umum bernama “oli forklift”.

Lebih baik setiap produk dicatat berdasarkan fungsi dan sistem equipment.

Cara Menghitung Kebutuhan Oli Hydraulic Forklift

Bagi perusahaan yang memiliki banyak unit, kebutuhan hydraulic oil dapat diperkirakan dengan data maintenance.

Rumus sederhananya:

Jumlah forklift × kapasitas hydraulic oil × frekuensi penggantian

Sebagai contoh:

20 forklift
Kebutuhan 10 liter per service
1 kali penggantian dalam satu periode

Kebutuhan dasar:

20 × 10 = 200 liter

Namun, perhitungan aktual harus menyesuaikan kapasitas masing-masing model, partial replacement, top-up, dan kebutuhan maintenance aktual.

Data konsumsi sebelumnya dapat digunakan untuk menentukan kebutuhan inventory yang lebih akurat.

Pengadaan Hydraulic Oil untuk Warehouse

Perusahaan dengan banyak forklift perlu menghubungkan operating hours, maintenance schedule, dan inventory hydraulic oil.

Misalnya, dari 30 unit forklift, lima unit akan memasuki jadwal hydraulic service pada bulan berikutnya. Procurement dapat menghitung kebutuhan fluid berdasarkan kapasitas masing-masing unit dan memastikan stok tersedia sebelum pekerjaan dilakukan.

Hal ini membantu mencegah maintenance tertunda hanya karena produk belum tersedia.

Untuk warehouse dengan operasi tiga shift, pengadaan menjadi semakin penting karena equipment harus selalu tersedia untuk mendukung material handling.

Jangan Mengganti Hydraulic Oil Tanpa Verifikasi

Misalnya forklift sebelumnya menggunakan hydraulic oil ISO VG 46 dan perusahaan ingin menggantinya dengan produk lain.

Pergantian tersebut sebaiknya tidak dilakukan hanya karena produk baru memiliki label ISO VG 46.

Perusahaan tetap perlu memeriksa:

Specification

Additive system

OEM recommendation

Compatibility

Prosedur changeover

Kesamaan viscosity grade tidak secara otomatis berarti dua hydraulic fluid dapat dicampur atau digunakan secara bergantian tanpa evaluasi.

Bagaimana Procurement Memilih Supplier?

Untuk perusahaan dengan banyak forklift, supplier perlu mampu memenuhi kebutuhan pengadaan secara rutin.

Selain harga, procurement dapat mempertimbangkan:

Ketersediaan produk

Kesesuaian specification

Kemampuan memenuhi volume kebutuhan

Lead time pengadaan

Konsistensi supplier

Dengan pertimbangan tersebut, perusahaan dapat menghindari pembelian mendadak setiap kali forklift masuk maintenance.

PT Lancar Sakti untuk Kebutuhan Hydraulic Oil Forklift

Bagi perusahaan yang membutuhkan hydraulic oil untuk forklift, warehouse equipment, dan material handling, PT Lancar Sakti dapat menjadi salah satu pilihan supplier untuk produk Caltex.

Untuk aplikasi yang membutuhkan ISO VG 46 atau ISO VG 68, Caltex Rando HD dapat dipertimbangkan setelah spesifikasi equipment diverifikasi.

Saat melakukan inquiry, sebaiknya perusahaan menyertakan:

Merek dan model forklift

Model hydraulic system

Jenis pump

ISO VG

Specification

Kapasitas hydraulic reservoir

Jumlah unit

Estimasi kebutuhan

Dengan informasi tersebut, proses pengadaan dapat menjadi lebih akurat.

Cari Oli Hydraulic untuk Forklift?

Oli hydraulic untuk forklift harus dipilih berdasarkan spesifikasi hydraulic system dan rekomendasi manufacturer. ISO VG merupakan salah satu parameter penting, tetapi bukan satu-satunya dasar pemilihan.

Untuk kebutuhan produk hydraulic oil Caltex dan pengadaan pelumas bagi forklift maupun equipment lainnya, lihat katalog PT Lancar Sakti:

Katalog Produk PT Lancar Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *