Oli Hydraulic untuk Excavator dan Wheel Loader

Excavator dan wheel loader merupakan dua jenis alat berat yang sangat bergantung pada hydraulic system untuk menjalankan fungsi utamanya. Boom, arm, bucket, lifting mechanism, hingga beberapa fungsi kontrol equipment bekerja dengan memanfaatkan tenaga fluida bertekanan.

Karena hydraulic system menjadi bagian penting dari operasional equipment, pemilihan oli hydraulic untuk excavator dan wheel loader perlu dilakukan berdasarkan spesifikasi sistem, bukan hanya berdasarkan merek atau harga.

Hydraulic oil yang tepat membantu sistem bekerja sesuai karakteristik yang ditentukan manufacturer, sementara pengelolaan fluid yang buruk dapat meningkatkan risiko masalah pada pump, valve, cylinder, filter, maupun komponen hydraulic lainnya.

Kenapa Excavator dan Wheel Loader Membutuhkan Hydraulic Oil?

Berbeda dengan engine oil, hydraulic oil digunakan sebagai media penghantar tenaga dalam hydraulic system.

Pada excavator, hydraulic system digunakan untuk menggerakkan berbagai fungsi seperti:

Boom
Arm
Bucket
Swing system
Hydraulic motor

Pada wheel loader, hydraulic system digunakan untuk mendukung:

Lift arm
Bucket operation
Steering system pada konfigurasi tertentu
Attachment

Karena komponen-komponen tersebut bekerja dengan fluida bertekanan, kualitas dan karakteristik hydraulic oil perlu disesuaikan dengan sistem.

Hydraulic oil juga dapat berperan dalam membantu pelumasan komponen hydraulic, mengendalikan keausan, serta melindungi sistem dari kondisi seperti oksidasi dan korosi, tergantung formulasi produk.

Apakah Excavator dan Wheel Loader Menggunakan Oli yang Sama?

Belum tentu.

Meskipun keduanya menggunakan hydraulic system, spesifikasi setiap equipment dapat berbeda. Manufacturer dapat menentukan viscosity grade, hydraulic fluid specification, dan jenis fluid yang berbeda berdasarkan desain sistem.

Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya menggunakan pendekatan:

“Sama-sama alat berat, berarti hydraulic oil-nya sama.”

Yang lebih tepat adalah:

“Apakah hydraulic oil tersebut memenuhi spesifikasi hydraulic system equipment?”

Untuk menjawabnya, data dari manual equipment atau lubrication chart harus diperiksa terlebih dahulu.

Perhatikan ISO VG pada Hydraulic Oil

Salah satu informasi penting ketika mencari oli hydraulic adalah ISO VG.

Beberapa grade yang sering ditemukan adalah:

ISO VG 32
ISO VG 46
ISO VG 68
ISO VG 100

Pemilihannya berkaitan dengan kebutuhan viskositas hydraulic system dan kondisi temperatur operasi.

Sebagai contoh, Caltex Rando HD tersedia dalam beberapa viscosity grade, termasuk ISO VG 32, 46, 68, dan 100. Caltex mencantumkan produk tersebut untuk aplikasi hydraulic pada mobile dan construction equipment serta industrial hydraulic systems yang sesuai dengan persyaratan produk.

Namun, ISO VG yang lebih tinggi tidak otomatis lebih baik. Jika manufacturer merekomendasikan ISO VG 46, perusahaan tidak seharusnya menggantinya menjadi ISO VG 68 hanya karena menganggap oli yang lebih kental lebih cocok untuk alat berat.

Caltex Rando HD untuk Hydraulic System Alat Berat

Salah satu produk yang dapat dipertimbangkan untuk aplikasi hydraulic tertentu adalah Caltex Rando HD.

Caltex menjelaskan Rando HD sebagai hydraulic fluid yang diformulasikan dengan premium Group II base oils dan anti-wear additives. Produk ini ditujukan untuk hydraulic systems pada equipment bergerak maupun stationary, termasuk mobile dan construction equipment.

Rando HD juga tersedia pada beberapa viscosity grade, sehingga perusahaan dapat menentukan grade berdasarkan kebutuhan equipment.

Caltex mencantumkan karakteristik seperti perlindungan terhadap keausan, stabilitas oksidasi, rust and corrosion protection, serta membantu menjaga kebersihan sistem hydraulic.

Untuk excavator dan wheel loader, produk tersebut dapat dipertimbangkan apabila viscosity grade dan hydraulic specification-nya sesuai dengan rekomendasi OEM.

Hydraulic Oil pada Excavator

Excavator memiliki hydraulic system yang bekerja sangat intensif karena banyak fungsi utama equipment bergantung pada tekanan hydraulic.

Pada satu siklus kerja, hydraulic system dapat berulang kali menggerakkan boom, arm, dan bucket. Beban juga dapat berubah tergantung material dan kondisi kerja.

Karena itu, maintenance hydraulic system perlu memperhatikan:

Level hydraulic oil
Pastikan level berada pada rentang yang ditentukan.

Kondisi filter
Filter membantu mengendalikan kontaminasi dalam sistem.

Kebocoran
Kebocoran pada hose, seal, fitting, atau komponen lain dapat menurunkan level fluid.

Temperatur hydraulic
Peningkatan temperatur yang tidak normal perlu ditindaklanjuti.

Kondisi fluid
Perubahan kondisi fluid dapat menjadi tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Jika hydraulic system menunjukkan penurunan performa, jangan langsung menyimpulkan bahwa masalahnya berasal dari hydraulic oil. Pompa, valve, cylinder, seal, filter, dan komponen lain juga perlu diperiksa.

Hydraulic Oil pada Wheel Loader

Wheel loader menggunakan hydraulic system terutama untuk pekerjaan lifting dan bucket operation. Dalam aktivitas material handling, hydraulic system dapat bekerja berulang kali dengan beban yang berubah.

Karena itu, hydraulic oil harus dipilih sesuai spesifikasi equipment dan kondisi kerja.

Maintenance juga perlu mencakup pemeriksaan hose, fitting, cylinder, hydraulic pump, filter, reservoir, serta level fluid.

Penggunaan hydraulic oil yang sesuai hanyalah salah satu bagian dari pengelolaan sistem.

Gejala Hydraulic System Mengalami Masalah

Tidak semua gejala berikut otomatis disebabkan oleh hydraulic oil, tetapi dapat menjadi indikator bahwa sistem perlu diperiksa:

Gerakan hydraulic menjadi lambat

Hydraulic response tidak konsisten

Temperatur hydraulic meningkat

Terdapat kebocoran fluid

Muncul suara abnormal dari pump

Filter lebih cepat tersumbat

Oil terlihat terkontaminasi

Jika gejala tersebut muncul, perusahaan perlu melakukan diagnosis secara menyeluruh dan tidak sekadar mengganti oli tanpa mencari sumber masalah.

Kontaminasi Merupakan Salah Satu Musuh Hydraulic System

Hydraulic system bekerja dengan komponen yang memiliki toleransi relatif presisi. Karena itu, kontaminasi dapat menjadi perhatian penting.

Kontaminan dapat berasal dari:

Debu

Air

Partikel logam

Residu dari maintenance

Kotoran dari lingkungan kerja

Masuknya kontaminan ke dalam reservoir atau hydraulic circuit dapat memengaruhi kondisi fluid dan komponen.

Karena itu, perusahaan sebaiknya menjaga kebersihan saat melakukan pengisian atau penggantian hydraulic oil, menggunakan filter yang sesuai, dan mengikuti prosedur maintenance equipment.

Kapan Hydraulic Oil Excavator Perlu Diganti?

Tidak ada satu interval yang berlaku untuk seluruh excavator dan wheel loader.

Interval dapat ditentukan manufacturer berdasarkan:

Operating hours

Waktu

Kondisi operasi

Tipe hydraulic system

Jenis fluid

Hasil monitoring atau oil analysis, bila digunakan dalam program maintenance

Karena itu, perusahaan sebaiknya mengikuti maintenance schedule yang ditetapkan manufacturer.

Mengganti hydraulic oil lebih sering dari yang diperlukan tanpa alasan teknis juga tidak otomatis berarti maintenance lebih baik. Sebaliknya, menunda penggantian melebihi rekomendasi juga dapat meningkatkan risiko terhadap sistem.

Cara Menghitung Kebutuhan Hydraulic Oil

Bagi perusahaan yang mengelola fleet alat berat, kebutuhan pengadaan dapat dihitung berdasarkan jumlah unit dan kapasitas sistem.

Rumus sederhananya:

Jumlah unit × kapasitas hydraulic oil × jumlah penggantian per periode

Misalnya:

10 unit excavator
Kapasitas hydraulic system 150 liter
Satu penggantian dalam periode tertentu

Maka kebutuhan dasar:

10 × 150 liter = 1.500 liter

Namun, angka tersebut hanya ilustrasi. Kebutuhan aktual dapat berbeda karena kapasitas setiap model, partial replacement, top-up, kebocoran, dan jadwal maintenance yang tidak bersamaan.

Historical consumption sebaiknya digunakan untuk menentukan kebutuhan pengadaan yang lebih realistis.

Excavator dan Wheel Loader Memiliki Banyak Jenis Pelumas

Satu hal yang sering terlupakan adalah hydraulic oil bukan satu-satunya pelumas pada alat berat.

Contohnya:

Engine → engine oil

Hydraulic system → hydraulic oil

Final drive → gear lubricant

Differential/axle → lubricant sesuai rekomendasi

Pin dan bushing → grease

Cooling system → coolant

Karena itu, istilah “oli excavator” masih terlalu umum untuk kebutuhan procurement.

Tim maintenance perlu menentukan sistem mana yang membutuhkan pelumas sebelum mengajukan permintaan pembelian.

Membuat Lubrication List untuk Alat Berat

Perusahaan dengan banyak equipment dapat membuat lubrication list seperti berikut:

EquipmentSistemPelumasSpesifikasiKapasitas
ExcavatorEngineEngine OilSesuai OEMXX L
ExcavatorHydraulicHydraulic OilISO VG sesuai OEMXX L
ExcavatorFinal DriveGear LubricantSesuai OEMXX L
Wheel LoaderHydraulicHydraulic OilISO VG sesuai OEMXX L
Wheel LoaderPin/BushingGreaseNLGI sesuai OEMXX g

Dokumen tersebut dapat digunakan oleh maintenance untuk menentukan jadwal lubrication sekaligus membantu procurement menghitung kebutuhan.

Memilih Supplier Hydraulic Oil

Untuk perusahaan konstruksi, pertambangan, perkebunan, maupun manufaktur yang menggunakan banyak hydraulic equipment, pengadaan hydraulic oil biasanya dilakukan secara berkala.

Supplier perlu mengetahui produk, viscosity grade, specification, dan volume kebutuhan sebelum memberikan penawaran.

PT Lancar Sakti dapat menjadi salah satu pilihan supplier untuk kebutuhan produk Caltex, termasuk hydraulic oil untuk aplikasi equipment yang sesuai.

Ketika melakukan inquiry, sebaiknya sertakan:

Merek dan model equipment

Model hydraulic system atau pump

ISO VG yang dipersyaratkan

Hydraulic fluid specification

Kapasitas reservoir

Jumlah unit

Estimasi kebutuhan per periode

Dengan informasi tersebut, proses pengadaan menjadi lebih akurat.

Caltex Rando HD untuk Excavator dan Wheel Loader

Bagi equipment yang membutuhkan hydraulic oil dengan spesifikasi yang sesuai, Caltex Rando HD dapat menjadi salah satu produk yang dipertimbangkan.

Rando HD tersedia dalam beberapa grade termasuk ISO VG 46 dan ISO VG 68 serta ditujukan untuk aplikasi hydraulic tertentu pada mobile dan construction equipment.

Pemilihan grade tetap harus mengikuti rekomendasi equipment. Excavator yang membutuhkan VG 46 tidak otomatis harus menggunakan VG 68, begitu pula sebaliknya.

Cari Oli Hydraulic untuk Excavator dan Wheel Loader?

Oli hydraulic untuk excavator dan wheel loader sebaiknya dipilih berdasarkan spesifikasi hydraulic system, viscosity grade, kondisi operasi, dan rekomendasi OEM.

Jangan menentukan produk hanya berdasarkan merek alat berat atau anggapan bahwa semua hydraulic oil dapat digunakan pada semua equipment.

Untuk kebutuhan hydraulic oil Caltex dan produk pelumas lainnya, lihat katalog PT Lancar Sakti:

Katalog Produk PT Lancar Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *