
Cara Memilih Oli untuk Natural Gas Engine

Pemilihan oli untuk natural gas engine perlu dilakukan dengan lebih teliti dibandingkan sekadar memilih oli berdasarkan viscosity grade. Gas engine digunakan pada berbagai aplikasi seperti genset, power generation, cogeneration, dan gas gathering, dengan kondisi operasi yang dapat berbeda antara satu engine dan lainnya.
Kesalahan memilih pelumas dapat memengaruhi kebersihan komponen, konsumsi oli, interval maintenance, hingga reliability engine. Karena itu, sebelum membeli oli, perusahaan perlu melihat jenis engine, spesifikasi OEM, kebutuhan low ash, dan kondisi operasi.
Caltex sendiri menyediakan HDAX 9200 dan HDAX 5200 SAE 40 untuk aplikasi natural gas dan dual-fuel engine tertentu.
1. Mulai dari Spesifikasi OEM
Hal pertama yang perlu diperiksa adalah rekomendasi pelumas dari engine manufacturer atau OEM.
Informasi yang perlu dicatat antara lain:
- Manufacturer dan model engine
- Jenis engine, misalnya four-stroke
- Jenis bahan bakar
- Viscosity grade yang direkomendasikan
- Persyaratan low ash
- Approval atau lubricant specification dari OEM
Langkah ini penting karena dua natural gas engine dengan kapasitas berbeda belum tentu membutuhkan formulasi oli yang sama.
Sebagai contoh, HDAX 9200 dirancang untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine generasi terbaru dengan karakteristik high output, turbocharged, dan low emission yang membutuhkan low ash oil. Sementara HDAX 5200 ditujukan untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine yang direkomendasikan menggunakan low ash oil.
2. Perhatikan Jenis Bahan Bakar Gas
Istilah natural gas engine tidak selalu berarti kondisi bahan bakarnya identik.
Selain natural gas, terdapat aplikasi dual-fuel dan jenis gas lain dengan karakteristik berbeda. Kandungan kontaminan dan kondisi pembakaran dapat memengaruhi bagaimana oli mengalami degradasi selama operasi.
Untuk mesin dengan gas yang lebih agresif, parameter seperti acid control dan kemampuan oli mempertahankan sifatnya selama operasi menjadi semakin penting.
Karena itu, informasi mengenai fuel gas yang digunakan sebaiknya diberikan ketika menentukan pelumas.
3. Pastikan Apakah Engine Membutuhkan Low Ash Oil
Low ash merupakan salah satu karakteristik penting pada gas engine tertentu.
Caltex menjelaskan bahwa low-ash gas engine oils untuk reciprocating gas engines diformulasikan untuk membantu melindungi engine dari deposit dan corrosive acids, mengurangi depletion pelumas, serta memperpanjang drain interval.
Pada engine yang memang membutuhkan low ash oil, pemilihan formulasi yang sesuai membantu mengendalikan deposit pada area seperti piston, valve, dan combustion chamber.
Namun, low ash bukan berarti semua produk low ash dapat digunakan secara bebas. Spesifikasi OEM tetap menjadi acuan.
4. Jangan Menentukan Oli Hanya dari SAE 40
Ini salah satu kesalahan yang cukup umum dalam pengadaan oli gas engine.
Misalnya, HDAX 9200 dan HDAX 5200 sama-sama merupakan produk low ash untuk gas engine, tetapi target aplikasinya berbeda.
HDAX 9200 diposisikan sebagai premium performance, long-drain, heavy-duty low ash crankcase oil untuk berbagai gas engine generasi terbaru dengan output tinggi.
Sementara HDAX 5200 SAE 40 ditujukan untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine yang membutuhkan low ash oil. Produk ini menggunakan base oil hydrocracked dan paket aditif yang dirancang untuk membantu mengendalikan oksidasi, nitrasi, sludge, dan deposit.
Jadi, SAE 40 hanya salah satu parameter, bukan keseluruhan spesifikasi pelumas.
5. Pertimbangkan Beban dan Pola Operasi
Natural gas engine yang beroperasi terus-menerus akan memberikan beban yang berbeda terhadap oli dibandingkan engine yang hanya digunakan sesekali.
Operating hours, engine load, temperatur, serta pola maintenance perlu diperhatikan ketika menentukan pelumas.
Pada gas engine, oksidasi dan nitrasi merupakan faktor penting dalam evaluasi kondisi oli. HDAX 9200, misalnya, dirancang dengan resistansi terhadap oksidasi dan nitrasi serta karakteristik base retention untuk membantu memperpanjang umur pakai oli.
Karena itu, pemilihan oli sebaiknya mengikuti kondisi penggunaan aktual, bukan hanya spesifikasi yang tertulis di katalog.
6. Gunakan Oil Analysis untuk Menentukan Kondisi Oli
Untuk natural gas engine yang digunakan secara kontinu, oil analysis dapat memberikan informasi yang jauh lebih berguna dibandingkan hanya mengandalkan warna oli atau jumlah jam operasi.
Hasil analisis dapat membantu melihat perubahan viskositas, indikasi oksidasi dan nitrasi, keausan komponen, serta kontaminasi.
Informasi tersebut juga dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah interval penggantian oli sudah sesuai dengan kondisi engine.
Pendekatan ini membantu perusahaan menghindari dua kondisi yang sama-sama tidak ideal: mengganti oli terlalu cepat atau mempertahankan oli terlalu lama.
HDAX sebagai Pilihan untuk Natural Gas Engine
Untuk pasar Indonesia, Caltex saat ini mencantumkan HDAX 9200 Low Ash Gas Engine Oil dan HDAX 5200 Low Ash Gas Engine Oil SAE 40 dalam kategori Natural Gas Engine Oils. Keduanya ditujukan untuk aplikasi yang membutuhkan low ash lubricant, tetapi cakupan aplikasinya tidak sama.
Karena itu, pemilihan HDAX 9200 atau HDAX 5200 sebaiknya dimulai dari model engine dan persyaratan OEM, kemudian disesuaikan dengan jenis gas serta kondisi operasional.
Checklist Sebelum Membeli Oli Natural Gas Engine
Sebelum melakukan pengadaan, pastikan perusahaan sudah memiliki:
Model engine
Manufacturer dan tipe mesin.
Jenis bahan bakar
Natural gas atau dual-fuel.
Persyaratan lubricant
Viscosity, low ash, dan spesifikasi OEM.
Operating condition
Beban, temperatur, dan operating hours.
Data maintenance
Riwayat penggantian oli dan hasil oil analysis jika tersedia.
Dengan data tersebut, proses pemilihan produk menjadi lebih akurat dan risiko salah aplikasi dapat dikurangi.
Pilih Oli Berdasarkan Kebutuhan Engine
Tidak ada satu oli yang otomatis cocok untuk seluruh natural gas engine. Pelumas perlu dipilih berdasarkan spesifikasi OEM, desain engine, jenis gas, dan kondisi operasi.
Untuk kebutuhan pengadaan Caltex HDAX bagi natural gas engine, genset, maupun aplikasi power generation, PT Lancar Sakti dapat membantu menyediakan kebutuhan pelumas sesuai aplikasi perusahaan.
