
Grease untuk Bearing Vibrating Screen: Cara Memilih untuk Operasi Berat

Vibrating screen digunakan untuk memisahkan material berdasarkan ukuran dalam berbagai proses pengolahan, termasuk pertambangan dan quarry. Equipment ini bekerja dengan gerakan vibrasi yang berlangsung terus-menerus sehingga bearing menjadi salah satu komponen yang perlu mendapat perhatian dalam maintenance.
Kondisi kerja vibrating screen berbeda dengan bearing pada mesin yang hanya mengalami putaran biasa. Getaran, beban, temperatur, debu, dan durasi operasi dapat memberikan tekanan tambahan pada sistem pelumasan. Karena itu, pemilihan grease perlu dilakukan berdasarkan kondisi aktual equipment dan spesifikasi bearing.
Mengapa Bearing Vibrating Screen Membutuhkan Perhatian Khusus?
Gerakan vibrasi yang berlangsung terus-menerus membuat bearing bekerja dalam kondisi yang dinamis. Pada area quarry dan tambang, faktor lingkungan juga menambah tantangan karena equipment dapat terpapar debu material, air, dan kotoran.
Ketika sistem pelumasan tidak sesuai, maintenance dapat menemukan beberapa indikasi seperti:
- temperatur bearing meningkat,
- grease cepat keluar dari housing,
- grease lebih cepat terkontaminasi,
- frekuensi relubrication meningkat,
- muncul suara atau getaran yang tidak normal,
- dan umur bearing menjadi lebih pendek.
Namun, peningkatan getaran tidak selalu berarti masalah berasal dari grease. Kondisi bearing, alignment, balancing, mounting, dan beban juga perlu diperiksa.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Saat Memilih Grease
1. Beban dan Getaran
Vibrating screen secara alami menghasilkan getaran selama operasi. Ketika equipment juga menerima beban material yang tinggi, bearing dapat mengalami kondisi kerja yang lebih berat.
Grease dengan karakteristik Extreme Pressure (EP) dapat menjadi salah satu pertimbangan ketika aplikasi membutuhkan perlindungan terhadap kondisi berat dan shock loading.
Starplex EP menggunakan EP additives yang menurut Caltex membantu melindungi bearing dari wear pada kondisi severe dan shock loading.
Namun, karakteristik EP tidak cukup untuk menentukan kecocokan produk. Spesifikasi bearing dan rekomendasi OEM tetap harus menjadi dasar.
2. Konsistensi NLGI
NLGI perlu diperhatikan karena konsistensi grease harus sesuai dengan kebutuhan bearing dan sistem lubrication.
Starplex EP tersedia dalam beberapa grade, termasuk NLGI 2 dan NLGI 3, dan Caltex menempatkannya sebagai grease multipurpose EP untuk berbagai aplikasi automotive dan industrial.
Starplex EP 2 memiliki konsistensi NLGI 2, sedangkan Starplex EP 3 memiliki konsistensi NLGI 3.
Pemilihan NLGI 2 atau 3 tidak dapat dilakukan hanya berdasarkan asumsi bahwa grease yang lebih kental lebih cocok untuk vibrating screen. RPM, temperatur, desain bearing, metode aplikasi, dan rekomendasi manufacturer tetap perlu diperiksa.
3. Temperatur Bearing
Bearing vibrating screen dapat mengalami kenaikan temperatur akibat beban, kecepatan, vibrasi, maupun jumlah grease yang tidak sesuai.
Caltex mencantumkan rentang continuous service Starplex EP 2 sekitar -25 hingga 130°C dan Starplex EP 3 sekitar -20 hingga 130°C, dengan temperatur hingga 220°C untuk paparan jangka pendek.
Angka tersebut merupakan karakteristik produk dan bukan berarti bearing dapat dioperasikan terus-menerus pada temperatur maksimum tersebut. Temperatur aktual bearing tetap perlu dipantau.
4. Debu dan Air
Pada vibrating screen di area tambang atau quarry, kontaminasi menjadi faktor penting. Debu material dapat masuk ke bearing melalui sealing yang tidak optimal, sementara air dapat meningkatkan risiko korosi dan memengaruhi grease.
Starplex EP menggunakan lithium complex thickener dan tackiness additives. Caltex menyebutkan kombinasi tersebut membantu meningkatkan ketahanan terhadap water washout. Produk ini juga menggunakan rust and corrosion inhibitors untuk membantu melindungi permukaan logam.
Karena itu, kondisi seal dan kebersihan grease point tetap perlu menjadi bagian dari preventive maintenance.
Apakah Starplex EP Cocok untuk Vibrating Screen?
Starplex EP merupakan grease multipurpose EP untuk berbagai aplikasi automotive dan industrial. Starplex EP 2 secara khusus menggunakan mineral base oil ISO 220, lithium complex thickener, EP additives, rust and oxidation inhibitors, serta tackiness additives.
Karakteristik tersebut membuat Starplex EP dapat dipertimbangkan untuk aplikasi vibrating screen apabila persyaratan grease point sesuai.
Namun, vibrating screen merupakan aplikasi yang memiliki karakteristik vibrasi tinggi. Karena itu, pemilihan grease tidak sebaiknya dilakukan hanya karena produk termasuk kategori heavy-duty atau EP.
Caltex sendiri menyatakan bahwa rekomendasi grease bersifat umum dan setiap manufacturer dapat memiliki persyaratan lubrication yang berbeda. Manual equipment atau rekomendasi OEM perlu digunakan sebelum menentukan produk.
Starplex EP 2 atau EP 3 untuk Vibrating Screen?
Pemilihan antara Starplex EP 2 dan EP 3 perlu dimulai dari spesifikasi bearing.
Starplex EP 2 dapat dipertimbangkan ketika aplikasi membutuhkan NLGI 2. Sementara Starplex EP 3 dapat dipertimbangkan ketika equipment mensyaratkan NLGI 3.
Selain NLGI, maintenance sebaiknya mengevaluasi:
jenis bearing → RPM → beban → temperatur → tingkat vibrasi → kondisi lingkungan → metode lubrication → rekomendasi OEM.
Dengan begitu, pemilihan grease tidak hanya berdasarkan tingkat kekentalan.
Jangan Menggunakan Grease Berlebihan pada Bearing Vibrating Screen
Pada bearing yang bekerja dengan vibrasi tinggi, jumlah grease perlu diperhatikan dengan serius.
Overgreasing dapat meningkatkan hambatan dan temperatur pada bearing. Sebaliknya, jumlah grease yang terlalu sedikit dapat menyebabkan perlindungan terhadap permukaan bearing tidak memadai.
Karena itu, jumlah dan interval relubrication sebaiknya mengikuti rekomendasi manufacturer dan dievaluasi berdasarkan kondisi aktual equipment.
Pemantauan temperatur bearing juga dapat membantu maintenance mengetahui apakah sistem lubrication berjalan secara normal.
Periksa Penyebab Vibrasi, Bukan Hanya Grease
Salah satu kesalahan dalam troubleshooting vibrating screen adalah menganggap seluruh masalah getaran berasal dari pelumasan.
Padahal, getaran abnormal dapat berkaitan dengan beberapa hal, seperti:
bearing wear → mounting → alignment → balancing → beban material → kondisi seal → lubrication.
Apabila temperatur dan vibrasi meningkat setelah greasing, jumlah grease dan metode aplikasi perlu diperiksa sebelum memutuskan untuk mengganti produk.
Dengan pendekatan condition-based maintenance, penggunaan grease dapat dikaitkan dengan data aktual equipment dan bukan hanya berdasarkan jadwal.
Mengelola Grease pada Equipment Quarry dan Tambang
Perusahaan yang memiliki beberapa vibrating screen dapat membuat lubrication chart untuk setiap bearing. Informasi seperti jenis grease, NLGI, jumlah aplikasi, interval relubrication, temperatur, dan kondisi bearing dapat dicatat secara rutin.
Starplex EP memiliki karakteristik multipurpose yang menurut Caltex dapat membantu mengurangi jumlah jenis grease dalam inventory ketika beberapa aplikasi memiliki persyaratan yang kompatibel.
Namun, standardisasi produk tetap perlu didasarkan pada kompatibilitas teknis dan rekomendasi OEM.
Dapatkan Caltex Starplex EP dari PT Lancar Sakti
Untuk bearing vibrating screen, grease perlu dipilih berdasarkan kondisi vibrasi, beban, RPM, temperatur, debu, air, dan spesifikasi bearing. Caltex Starplex EP 2 dan Starplex EP 3 dapat dipertimbangkan untuk aplikasi yang membutuhkan grease multipurpose EP dan sesuai dengan persyaratan equipment.
PT Lancar Sakti menyediakan kebutuhan pelumas untuk berbagai kebutuhan maintenance dan operasional industri.
