Apa Dampak Oli High Ash pada Gas Engine?

Pemilihan oli untuk gas engine tidak cukup hanya melihat viscosity grade seperti SAE 40. Salah satu karakteristik yang perlu diperhatikan adalah ash content dan ash composition, terutama pada engine yang memang mensyaratkan low ash gas engine oil.

Hal ini penting karena abu yang berasal dari komponen aditif pelumas dapat tertinggal sebagai deposit pada area seperti piston, valve, dan combustion chamber. Di sisi lain, ash dalam jumlah dan komposisi tertentu juga memiliki fungsi perlindungan, khususnya pada area valve seat. Jadi, persoalannya bukan sekadar “high ash buruk, low ash selalu lebih baik”, tetapi apakah karakteristik ash tersebut sesuai dengan desain dan kebutuhan engine.

Apa yang Dimaksud Oli High Ash?

Ash merupakan residu anorganik yang tertinggal setelah komponen tertentu dalam oli mengalami pembakaran.

Dalam gas engine, ash sebagian besar berkaitan dengan metallic additives yang digunakan untuk memberikan fungsi seperti detergency, dispersancy, dan perlindungan terhadap keausan serta korosi.

Masalah muncul ketika jumlah atau komposisi ash tidak sesuai dengan kebutuhan engine. Deposit yang berlebihan dapat terbentuk pada area ruang pembakaran dan komponen terkait.

Namun, mengurangi ash secara berlebihan juga bukan solusi universal. Caltex menjelaskan bahwa ash pada gas engine oil memiliki peran dalam membantu melindungi area kontak valve face dan valve seat yang bekerja pada temperatur tinggi.

Dampak High Ash pada Gas Engine

1. Deposit pada Ruang Pembakaran

Salah satu dampak yang paling perlu diperhatikan adalah peningkatan pembentukan deposit.

Deposit dapat muncul pada piston, piston ring, valve, dan area combustion chamber. Pada gas engine modern dengan temperatur dan tekanan pembakaran yang tinggi, pengendalian deposit menjadi semakin penting.

Caltex menjelaskan bahwa perkembangan desain engine dengan specific power output yang lebih tinggi dapat meningkatkan thermal dan oxidative stress pada lubricant. Kondisi tersebut dapat mempercepat thermal breakdown dan berkontribusi terhadap deposit formation.

Deposit yang berlebihan juga dapat meningkatkan mechanical stress pada komponen dan berpotensi memperpendek oil drain interval.

2. Spark Plug Fouling

Pada spark-ignited gas engine, kondisi spark plug sangat penting untuk menjaga proses pembakaran.

Deposit yang terbentuk di sekitar spark plug dapat menyebabkan spark plug fouling dan mengganggu proses pengapian. Karena itu, formulasi oli gas engine perlu mempertimbangkan kebutuhan pengendalian deposit pada combustion chamber.

HDAX 9200, misalnya, dirancang dengan fokus pada pengendalian deposit dan membantu meminimalkan spark plug fouling pada aplikasi yang sesuai.

3. Masalah pada Valve

Valve merupakan bagian yang sangat sensitif terhadap kondisi operasi gas engine.

Menariknya, ash tidak hanya berperan sebagai sumber deposit. Caltex menjelaskan bahwa ash dari oli justru membantu memberikan perlindungan pada hot valve face-seat interface. Karena itu, jumlah dan komposisi ash harus berada pada tingkat yang tepat.

Jika formulasi lubricant tidak sesuai, engine dapat mengalami valve recession. Kondisi ini terjadi ketika area valve seat mengalami keausan dan valve secara bertahap masuk lebih dalam ke cylinder head.

Valve recession dapat menyebabkan rough running, penurunan fuel economy, power loss, hingga peningkatan emisi.

Artinya, memilih oli hanya berdasarkan prinsip “semakin rendah ash semakin bagus” juga tidak tepat.

4. Piston Ring Bisa Lebih Mudah Mengalami Deposit

Deposit juga dapat terbentuk pada piston dan piston ring.

Pada gas engine modern, temperatur internal yang lebih tinggi dapat mempercepat thermal dan oxidative breakdown pada lubricant. Jika deposit mulai menumpuk di sekitar piston ring, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko ring sticking.

Ketika piston ring tidak bekerja secara optimal, sealing dapat terganggu dan konsumsi oli dapat meningkat.

Karena itu, deposit control menjadi salah satu karakteristik penting ketika memilih gas engine oil.

5. Oil Drain Interval Dapat Menjadi Lebih Pendek

Penggunaan pelumas yang tidak sesuai dengan intended service dapat menyebabkan resistansi terhadap oksidasi dan nitrasi menjadi tidak mencukupi.

Caltex mencatat bahwa kondisi tersebut dapat berujung pada reduced oil drain intervals, reduced filter life, dan higher piston and engine sludge deposits.

Dari sisi operasional, hal ini dapat meningkatkan frekuensi maintenance dan downtime.

Karena itu, perusahaan tidak sebaiknya mengevaluasi oli hanya berdasarkan harga per liter. Biaya yang perlu diperhitungkan juga mencakup oil consumption, frekuensi penggantian, filter, maintenance, dan potensi downtime.

Apakah Low Ash Selalu Lebih Baik?

Tidak.

Ini merupakan poin penting dalam pemilihan gas engine oil.

Gas engine membutuhkan keseimbangan antara perlindungan terhadap keausan dan korosi dengan pengendalian deposit. Caltex menjelaskan bahwa ash content dan composition memiliki pengaruh signifikan terhadap valve wear serta engine head life.

Jadi, tujuan penggunaan low ash oil bukan sekadar menurunkan angka ash sebanyak mungkin. Formulasi harus disesuaikan dengan engine design, fuel type, operating condition, dan rekomendasi OEM.

Bagaimana dengan HDAX?

Caltex Indonesia saat ini mencantumkan HDAX 9200 Low Ash Gas Engine Oil dan HDAX 5200 Low Ash Gas Engine Oil SAE 40 untuk aplikasi natural gas dan dual-fuel engine tertentu. Keduanya dikategorikan sebagai low ash gas engine oil, tetapi memiliki cakupan aplikasi yang berbeda.

HDAX 9200

HDAX 9200 merupakan oli crankcase low ash, heavy-duty, dan long-drain yang dirancang untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine generasi terbaru, terutama engine high output, turbocharged, dan low emission yang membutuhkan low ash oil.

Formulasinya ditujukan untuk membantu mengendalikan deposit serta menjaga stabilitas lubricant pada kondisi operasi berat.

HDAX 5200

HDAX 5200 SAE 40 dirancang untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine di mana low ash oil memang direkomendasikan. Caltex mencantumkan produk ini sebagai premium performance, heavy-duty, low ash crankcase oil.

Jadi, keduanya sama-sama low ash, tetapi pemilihannya tetap harus berdasarkan spesifikasi engine.

Bagaimana Menentukan Oli yang Tepat?

Sebelum mengganti oli karena masalah deposit, perusahaan sebaiknya memeriksa beberapa hal:

Spesifikasi OEM
Pastikan produk memenuhi persyaratan engine manufacturer.

Ash requirement
Periksa tingkat dan karakteristik ash yang direkomendasikan.

Jenis bahan bakar
Natural gas, dual-fuel, biogas, dan gas lainnya dapat memiliki kebutuhan berbeda.

Operating condition
Perhatikan load, temperatur, dan operating hours.

Kondisi engine
Periksa piston, ring, valve, spark plug, serta komponen terkait ketika deposit meningkat.

Oil analysis
Gunakan data analisis untuk melihat oksidasi, nitrasi, wear, dan perubahan kondisi lubricant.

Pendekatan tersebut lebih tepat daripada sekadar berpindah ke oli dengan ash lebih rendah.

High Ash Bukan Sekadar Masalah Angka

Dalam gas engine, ash content perlu dilihat bersama ash composition dan kebutuhan engine. Kandungan ash yang terlalu tinggi dapat berkontribusi terhadap deposit, sementara pengurangan ash yang tidak sesuai juga dapat mengurangi fungsi perlindungan yang dibutuhkan pada area valve.

Karena itu, pemilihan gas engine oil sebaiknya mengikuti prinsip:

Spesifikasi OEM → kebutuhan ash → jenis gas → kondisi operasi → kondisi engine.

Caltex sendiri mengembangkan produk gas engine oil bersama OEM untuk memenuhi kebutuhan desain engine tertentu.

Untuk kebutuhan Caltex HDAX bagi natural gas engine, genset, dan aplikasi power generation, PT Lancar Sakti dapat membantu menyediakan pelumas sesuai kebutuhan aplikasi dan spesifikasi mesin.

Lihat Katalog Produk PT Lancar Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *