Oli Gas Engine Cepat Berkurang? Ini Penyebab yang Perlu Diperiksa

Oli gas engine cepat berkurang merupakan kondisi yang perlu diperhatikan, terutama pada genset atau gas engine yang beroperasi dalam waktu panjang. Penambahan oli yang terlalu sering bukan hanya meningkatkan konsumsi pelumas, tetapi juga dapat menjadi tanda adanya masalah pada engine, kondisi operasi, atau pemilihan lubricant.

Namun, berkurangnya level oli tidak selalu berarti terjadi kebocoran. Oli dapat berkurang karena oil consumption, volatilitas pelumas, masuknya oli ke ruang pembakaran, atau kondisi komponen engine tertentu.

Caltex menjelaskan bahwa HDAX 9200 memiliki low fluid volatility yang membantu mengurangi konsumsi oli, sementara HDAX 5200 dirancang dengan kontrol deposit pada valve dan piston yang juga ditujukan untuk membantu mengurangi oil consumption.

Oli Gas Engine Berkurang, Apakah Selalu Karena Bocor?

Belum tentu.

Ketika level oli turun, pemeriksaan pertama memang sebaiknya mencari kemungkinan external leakage pada oil pan, seal, gasket, oil filter, atau sambungan sistem pelumasan.

Tetapi apabila tidak ditemukan kebocoran yang jelas, kemungkinan berikutnya adalah oli mengalami internal oil consumption. Dalam kondisi tersebut, sebagian oli dapat masuk ke area pembakaran atau mengalami penguapan selama operasi.

Karena itu, operator perlu membedakan antara oil leak dan oil consumption sebelum menentukan tindakan maintenance.

1. Piston Ring dan Cylinder Condition

Salah satu area yang perlu diperiksa ketika konsumsi oli meningkat adalah piston ring dan cylinder liner.

Piston ring berperan penting dalam menjaga sealing antara piston dan cylinder liner. Jika kondisi ring atau liner bermasalah, oli dapat lebih mudah mencapai combustion chamber.

Masuknya oli ke area pembakaran dapat meningkatkan konsumsi lubricant sekaligus berpotensi meningkatkan pembentukan deposit.

Pada gas engine modern, pengendalian deposit pada piston dan ring belt menjadi salah satu fokus formulasi HDAX 9200. Caltex menyebut produk tersebut dirancang untuk memberikan piston dan ring belt deposit control serta perlindungan terhadap ring dan liner scuffing dan wear.

2. Volatilitas Oli

Konsumsi oli juga dapat dipengaruhi oleh volatilitas lubricant.

Pada temperatur operasi yang tinggi, komponen yang lebih mudah menguap dapat menyebabkan oil consumption meningkat. Karena itu, karakteristik base oil dan formulasi lubricant menjadi salah satu hal yang perlu dipertimbangkan.

Caltex menyebut bahwa HDAX 9200 memiliki low fluid volatility yang membantu mengurangi konsumsi oli.

Meski demikian, rendahnya volatilitas tidak berarti oli akan selalu bebas dari consumption. Kondisi engine dan pola operasi tetap berpengaruh.

3. Deposit pada Piston dan Valve

Deposit juga perlu diperhatikan ketika konsumsi oli meningkat.

HDAX 5200, misalnya, dirancang dengan kemampuan deposit control pada valve dan piston yang menurut Caltex dapat membantu mengurangi oil consumption. Produk tersebut juga dirancang untuk mengurangi pembentukan sludge yang dapat menyebabkan oil thickening dan filter blockage.

Jika deposit muncul secara berlebihan, perusahaan sebaiknya tidak hanya mengganti oli. Kondisi piston, ring, valve, combustion system, dan operating condition juga perlu dievaluasi.

4. Kondisi Operasi Engine

Pola pengoperasian juga dapat memengaruhi konsumsi oli.

Gas engine yang bekerja pada temperatur tinggi dan beban berat memberikan stress yang besar terhadap lubricant. Sebaliknya, kondisi operasi pada beban yang terlalu rendah juga dapat menimbulkan kondisi yang kurang ideal pada combustion system dan berkontribusi terhadap pembentukan deposit.

Karena itu, oil consumption perlu dievaluasi bersama data operating load, engine temperature, dan operating hours.

Mencatat berapa banyak oli yang ditambahkan setiap sejumlah jam operasi dapat membantu perusahaan mengetahui apakah konsumsi tersebut masih dalam batas yang direkomendasikan OEM atau sudah menunjukkan perubahan yang perlu diperiksa.

5. Kualitas Fuel Gas

Fuel gas juga perlu diperhitungkan.

Pada aplikasi natural gas dengan karakteristik berbeda, atau aplikasi gas dengan kandungan kontaminan tertentu, lubricant dapat menghadapi kondisi operasi yang lebih berat.

Untuk gas engine, perubahan kualitas fuel dapat berpengaruh terhadap proses pembakaran dan kondisi lubricant. Karena itu, ketika oil consumption meningkat secara tiba-tiba, pemeriksaan sebaiknya tidak hanya berfokus pada sistem pelumasan.

Apa Dampaknya Jika Oli Terlalu Sering Ditambah?

Menambah oli memang diperlukan untuk menjaga level lubricant, tetapi top-up berulang bukan solusi untuk akar masalah.

Jika konsumsi oli terus meningkat, perusahaan dapat mengalami:

Biaya lubricant lebih tinggi
Kebutuhan pengisian ulang meningkat.

Maintenance lebih sering
Masalah pada piston, ring, valve, atau sistem lubrication dapat membutuhkan inspeksi.

Potensi deposit meningkat
Oil consumption yang tinggi dapat berkaitan dengan masuknya lubricant ke combustion chamber.

Indikasi masalah engine terlewat
Jika hanya melakukan top-up tanpa investigasi, masalah mekanis dapat terus berkembang.

Karena itu, peningkatan oil consumption sebaiknya dicatat sebagai bagian dari preventive maintenance.

Bagaimana Cara Mengetahui Penyebab Oli Cepat Berkurang?

Pendekatan yang praktis adalah memulai dari beberapa pemeriksaan berikut.

Periksa kebocoran eksternal

Pastikan tidak ada oli yang keluar dari seal, gasket, filter, oil pan, atau sambungan lubrication system.

Catat oil consumption

Bandingkan jumlah oli yang ditambahkan dengan operating hours engine. Pola kenaikan consumption akan lebih mudah terlihat jika pencatatan dilakukan secara konsisten.

Periksa piston ring dan liner

Jika consumption tinggi tanpa external leakage, area power assembly perlu diperiksa sesuai prosedur OEM.

Periksa kondisi deposit

Piston, valve, spark plug, dan combustion chamber dapat diperiksa sesuai jadwal maintenance.

Lakukan oil analysis

Analisis oli dapat membantu melihat kondisi lubricant dan indikasi keausan atau kontaminasi yang mungkin berkaitan dengan masalah engine.

Pada salah satu aplikasi HDAX 9200 di engine INNIO Jenbacher JMS 620, program oil analysis dan borescope inspection digunakan bersama preventive maintenance untuk memantau kondisi engine.

HDAX 9200 untuk Membantu Mengendalikan Oil Consumption

Untuk gas engine generasi terbaru yang memang membutuhkan low-ash lubricant, HDAX 9200 dirancang dengan sejumlah karakteristik yang berkaitan dengan pengendalian oil consumption.

Caltex menyebut produk ini memiliki low fluid volatility, deposit control pada piston dan ring belt, serta kemampuan membantu mengontrol sludge, wear, dan korosi. Produk ini ditujukan untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine generasi terbaru dengan output tinggi, turbocharged, dan low emission yang membutuhkan low ash oil.

Sementara HDAX 5200 SAE 40 juga ditujukan untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine yang membutuhkan low ash oil, dengan kontrol deposit pada valve dan piston yang menurut Caltex membantu mengurangi oil consumption.

Pemilihan antara keduanya tetap harus mengacu pada rekomendasi OEM dan model engine.

Jangan Langsung Menyalahkan Oli

Ketika level oli cepat turun, mengganti merek atau jenis pelumas belum tentu menyelesaikan masalah.

Urutan pemeriksaannya sebaiknya:

Kebocoran → oil consumption → piston ring/liner → deposit → operating condition → fuel gas → spesifikasi lubricant.

Dengan cara tersebut, perusahaan dapat mengetahui apakah sumber masalah sebenarnya berasal dari lubricant atau justru dari kondisi engine.

Pengadaan Oli Gas Engine untuk Maintenance

Oli gas engine yang tepat dapat membantu mengendalikan deposit dan oil consumption, tetapi hasil akhirnya tetap dipengaruhi oleh kondisi engine dan pola operasional.

Untuk kebutuhan Caltex HDAX bagi natural gas engine, dual-fuel engine, dan genset industri, PT Lancar Sakti dapat membantu menyediakan produk sesuai spesifikasi serta kebutuhan aplikasi perusahaan.

Lihat Katalog Produk PT Lancar Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *