
Cara Mengurangi Deposit pada Gas Engine agar Maintenance Lebih Terkontrol

Deposit pada gas engine dapat menjadi masalah ketika mesin digunakan untuk operasi kontinu, terutama pada pembangkit listrik dan fasilitas industri. Penumpukan deposit dapat terjadi pada piston, piston ring, valve, spark plug, dan area ruang pembakaran.
Masalah ini tidak selalu muncul secara tiba-tiba. Deposit biasanya terbentuk secara bertahap akibat kombinasi kondisi operasi, karakteristik bahan bakar, temperatur, serta kondisi pelumas. Karena itu, mengurangi deposit pada gas engine membutuhkan pendekatan maintenance yang menyeluruh, bukan hanya mengganti oli ketika mesin sudah bermasalah.
Caltex menjelaskan bahwa low-ash gas engine oils dikembangkan untuk membantu melindungi reciprocating gas engine dari deposit dan asam korosif, sekaligus membantu memperpanjang drain interval.
Apa Penyebab Deposit pada Gas Engine?
Sebelum menentukan cara mengurangi deposit, penyebabnya perlu dipahami terlebih dahulu.
Salah satu faktor adalah thermal dan oxidative stress yang dialami pelumas. Pada engine modern dengan output tinggi dan tekanan pembakaran lebih tinggi, temperatur internal engine dapat meningkat dan mempercepat thermal serta oxidative breakdown pada oli. Kondisi tersebut dapat berkontribusi terhadap pembentukan deposit dan bahkan ring sticking.
Kondisi operasi juga berpengaruh. Gas engine yang dioperasikan pada beban rendah secara terus-menerus dapat mengalami kondisi cylinder pressure yang kurang optimal. Caltex menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat memungkinkan oli melewati piston ring menuju combustion chamber dan kemudian berkontribusi terhadap pembentukan deposit.
Selain itu, fuel gas quality juga perlu diperhatikan. Pada aplikasi biogas atau landfill gas, kandungan sulfur, H₂S, dan kontaminan tertentu dapat memberikan tantangan tambahan terhadap lubricant.
1. Gunakan Oli yang Sesuai dengan Spesifikasi Engine
Langkah pertama untuk mengurangi deposit adalah memastikan pelumas benar-benar sesuai dengan kebutuhan engine.
Gas engine tidak seharusnya dipilih pelumasnya hanya berdasarkan SAE. Manufacturer dapat menetapkan ash level, lubricant specification, dan karakteristik lain yang berbeda untuk masing-masing engine.
Caltex saat ini mencantumkan HDAX 9200 dan HDAX 5200 SAE 40 sebagai low-ash gas engine oils untuk aplikasi natural gas dan dual-fuel tertentu di Indonesia. Namun, keduanya mempunyai cakupan aplikasi yang berbeda sehingga pemilihannya tetap perlu mengacu pada rekomendasi OEM.
2. Perhatikan Kandungan Ash pada Oli
Pada gas engine tertentu, penggunaan oli low ash penting untuk membantu mengendalikan deposit pada ruang pembakaran.
Namun, bukan berarti semakin rendah ash selalu semakin baik. Komposisi dan tingkat ash perlu sesuai dengan desain engine karena karakteristik lubricant juga berkaitan dengan perlindungan valve, piston, dan komponen lainnya.
HDAX 9200, misalnya, dikembangkan sebagai low-ash gas engine oil dengan additive chemistry yang membantu meminimalkan deposit. Caltex menjelaskan bahwa produk tersebut dirancang untuk menghadapi kondisi modern engine dengan thermal dan oxidative stress yang lebih tinggi.
3. Evaluasi Kondisi Oli Secara Berkala
Jangan menunggu sampai oli terlihat sangat kotor sebelum melakukan pemeriksaan.
Untuk gas engine yang bekerja dalam waktu panjang, oil analysis dapat memberikan gambaran kondisi lubricant secara lebih akurat. Pengujian dapat membantu melihat perubahan seperti oksidasi, nitrasi, viskositas, wear metals, dan kontaminasi.
Hasil analisis juga dapat digunakan untuk mengevaluasi apakah interval penggantian oli masih sesuai dengan kondisi aktual engine.
Pada beberapa aplikasi HDAX 9200, Caltex menggunakan LubeWatch Oil Analysis Programme sebagai bagian dari pendekatan preventive maintenance dan evaluasi oil drain interval.
4. Perhatikan Beban Operasi Engine
Pola operasi juga dapat memengaruhi pembentukan deposit.
Jika engine terus beroperasi jauh di bawah kondisi load yang direkomendasikan, cylinder pressure dapat menjadi tidak optimal. Pada kondisi tertentu, hal tersebut dapat meningkatkan kemungkinan oli masuk ke combustion chamber dan berkontribusi pada deposit.
Karena itu, evaluasi deposit sebaiknya tidak hanya berfokus pada oli. Operating load dan operating pattern juga perlu diperiksa.
5. Perhatikan Kualitas Fuel Gas
Untuk natural gas dengan kualitas yang relatif stabil, kebutuhan lubricant dapat berbeda dengan engine yang menggunakan biogas atau fuel gas yang memiliki lebih banyak kontaminan.
Pada biogas dan landfill gas, sulfur serta H₂S menjadi perhatian karena dapat menghasilkan kondisi yang lebih korosif. Caltex menjelaskan bahwa jika sulfur tidak dinetralkan, sulfuric acid dapat terakumulasi di dalam engine oil dan mempercepat corrosion serta premature wear.
Karena itu, ketika deposit muncul pada engine yang menggunakan biogas, fuel quality juga perlu diperiksa, bukan hanya kualitas pelumas.
6. Lakukan Inspeksi Komponen Secara Berkala
Oil analysis memberikan informasi mengenai kondisi lubricant, tetapi inspeksi komponen dapat membantu melihat kondisi engine secara langsung.
Piston, valve, spark plug, dan komponen power assembly dapat diperiksa sesuai jadwal maintenance dan rekomendasi OEM.
Pada aplikasi tertentu, borescope inspection juga dapat menjadi bagian dari program preventive maintenance. Caltex menyebut kombinasi oil analysis, technical support, training, dan regular borescope inspection dalam salah satu penerapan HDAX 9200 pada engine INNIO Jenbacher.
HDAX 9200 untuk Membantu Mengendalikan Deposit
Untuk natural gas dan dual-fuel engine yang memang membutuhkan low-ash lubricant, HDAX 9200 Low Ash Gas Engine Oil dirancang sebagai oli crankcase premium, heavy-duty, dan long-drain.
Caltex memposisikannya untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine generasi terbaru dengan high output, turbocharging, dan low emission. Produk ini juga dirancang untuk membantu menjaga kebersihan komponen serta mengontrol deposit.
Caltex juga mencatat bahwa HDAX 9200 dirancang untuk membantu meminimalkan deposit serta memberikan perlindungan terhadap wear dan corrosion pada aplikasi gas engine yang sesuai.
Jangan Langsung Menambah Interval Penggantian Oli
Salah satu kesalahan yang perlu dihindari adalah memperpanjang oil drain interval hanya karena menggunakan oli yang diklaim long-drain.
Interval penggantian tetap harus didasarkan pada rekomendasi OEM dan kondisi aktual lubricant. Oil analysis dapat digunakan sebagai dasar evaluasi ketika perusahaan ingin mengoptimalkan interval maintenance.
Dengan pendekatan ini, perusahaan dapat menghindari penggantian oli yang terlalu cepat sekaligus mengurangi risiko menggunakan lubricant yang sudah mengalami degradasi berlebihan.
Strategi Praktis Mengurangi Deposit Gas Engine
Secara sederhana, strategi maintenance dapat dimulai dari:
Spesifikasi OEM → pemilihan low-ash oil yang sesuai → kontrol fuel gas → monitoring oil condition → evaluasi operating load → inspeksi komponen.
Pendekatan tersebut membuat masalah deposit dapat ditangani dari beberapa sisi sekaligus.
Jadi, ketika gas engine mengalami deposit, jangan langsung menyimpulkan bahwa penyebabnya hanya oli. Kondisi engine, kualitas gas, pola operasi, dan program maintenance semuanya perlu diperiksa.
Untuk kebutuhan Caltex HDAX bagi gas engine, genset, dan aplikasi power generation, PT Lancar Sakti dapat membantu menyediakan pelumas sesuai kebutuhan aplikasi dan spesifikasi mesin.
