Kenapa Gas Engine Mengalami Deposit? Penyebab dan Cara Menguranginya

Deposit pada gas engine merupakan salah satu masalah yang perlu diperhatikan dalam maintenance, terutama pada mesin yang bekerja dengan beban tinggi dan operating hours panjang. Deposit dapat terbentuk pada piston, piston ring, valve, spark plug, hingga area ruang pembakaran.

Masalahnya, deposit tidak selalu langsung terlihat dari luar. Penumpukan yang terus terjadi dapat memengaruhi performa engine, konsumsi oli, kondisi komponen, dan interval maintenance. Karena itu, penggunaan pelumas yang sesuai menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi gas engine.

Caltex menjelaskan bahwa gas engine menghadapi thermal dan mechanical stress yang cukup tinggi terhadap pelumas. Pada engine modern dengan specific power output lebih tinggi, kondisi tersebut dapat mempercepat degradasi oli dan meningkatkan kecenderungan pembentukan deposit.

Apa Penyebab Deposit pada Gas Engine?

Deposit pada gas engine dapat berasal dari beberapa kondisi yang saling berkaitan.

1. Temperatur dan tekanan operasi tinggi

Gas engine modern dikembangkan untuk menghasilkan output yang semakin tinggi dengan efisiensi yang lebih baik. Konsekuensinya, pelumas dapat menghadapi thermal dan mechanical stress yang lebih berat.

Kondisi tersebut dapat mempercepat proses thermal dan oxidative breakdown pada pelumas sehingga meningkatkan pembentukan deposit apabila oli yang digunakan tidak memiliki ketahanan yang sesuai.

2. Oksidasi dan nitrasi oli

Oksidasi dan nitrasi merupakan dua hal yang penting dalam mengevaluasi kondisi oli gas engine.

Caltex menjelaskan bahwa gas engine dapat memberikan kondisi yang berat terhadap oli dari sisi oksidasi dan nitrasi. Ketika ketahanan oli terhadap kedua proses tersebut tidak memadai, dampaknya dapat berupa umur oli dan filter yang lebih pendek serta peningkatan piston dan engine sludge deposits.

Karena itu, oli yang sesuai untuk gas engine perlu mempunyai formulasi yang mampu mempertahankan performanya selama operasi.

3. Oli tidak sesuai dengan desain engine

Pemilihan pelumas yang tidak sesuai dengan aplikasi dapat memperbesar risiko terbentuknya deposit.

Gas engine dengan desain, output, fuel type, dan operating condition yang berbeda dapat membutuhkan formulasi lubricant yang berbeda pula. Caltex mencatat bahwa apabila pelumas tidak tepat untuk intended service, engine dapat mengalami performa yang tidak optimal, termasuk peningkatan deposit.

Artinya, penggunaan oli SAE 40 saja belum cukup untuk memastikan oli tersebut cocok.

4. Konsumsi oli dan masuknya oli ke ruang pembakaran

Kondisi piston ring dan karakteristik operasi engine juga berpengaruh terhadap pembentukan deposit.

Pada engine yang mengalami kondisi lubrication atau ring sealing yang kurang optimal, oli dapat mencapai area pembakaran dan kemudian berkontribusi terhadap pembentukan deposit.

Karena itu, peningkatan konsumsi oli sebaiknya tidak dianggap hanya sebagai masalah pengisian ulang lubricant, tetapi juga perlu dicari penyebabnya.

Apa Dampak Deposit terhadap Gas Engine?

Deposit yang berlebihan dapat memberikan dampak pada beberapa komponen penting.

Pada area piston dan piston ring, deposit dapat mengganggu kondisi komponen dan meningkatkan risiko masalah pada power assembly. Pada valve, deposit dan kondisi pelumasan memiliki hubungan dengan valve wear atau valve recession.

Caltex menjelaskan bahwa valve recession merupakan salah satu bentuk keausan valve yang umum pada gas-fired engine. Jika valve tidak dapat melakukan sealing dengan baik, kondisi tersebut dapat berujung pada engine roughness, poor fuel economy, power loss, dan peningkatan emisi.

Sementara pada spark plug, deposit dapat menyebabkan fouling dan mengganggu kualitas pembakaran.

Mengapa Oli Low Ash Membantu?

Salah satu pendekatan yang digunakan pada gas engine adalah penggunaan low ash gas engine oil ketika memang dipersyaratkan oleh OEM.

Tujuannya bukan sekadar membuat kadar abu serendah mungkin, tetapi mendapatkan komposisi ash yang sesuai dengan kebutuhan engine sehingga tetap membantu melindungi komponen tertentu sekaligus mengendalikan deposit.

Caltex menjelaskan bahwa ash content dan composition pada gas engine oil mempunyai pengaruh terhadap valve wear dan engine head life. Karena itu, formulasi pelumas harus disesuaikan dengan intended service engine.

Jadi, istilah “low ash” tidak seharusnya dipahami sebagai “semakin rendah pasti semakin baik”. Yang terpenting adalah kesesuaian dengan desain dan rekomendasi engine manufacturer.

HDAX 9200 untuk Pengendalian Deposit

Salah satu produk Caltex yang dirancang untuk gas engine modern adalah HDAX 9200 Low Ash Gas Engine Oil.

Produk ini merupakan oli crankcase low ash, heavy-duty, dan long-drain yang ditujukan untuk berbagai four-stroke natural gas dan dual-fuel engine generasi terbaru, termasuk engine dengan high output, turbocharged, dan low emission yang memang membutuhkan low ash oil.

HDAX 9200 diformulasikan untuk membantu mengontrol deposit pada power assembly seperti piston, piston ring, valve, dan komponen terkait. Caltex juga menyebut produk ini dirancang untuk membantu meminimalkan valve recession dan spark plug fouling.

Karena karakteristik tersebut, HDAX 9200 relevan untuk dibahas ketika perusahaan menghadapi kebutuhan pengendalian deposit pada gas engine modern.

Bagaimana Mengurangi Deposit pada Gas Engine?

Pemilihan oli merupakan salah satu bagian dari solusi, tetapi bukan satu-satunya.

Perusahaan sebaiknya menjalankan maintenance dengan beberapa pendekatan:

Gunakan lubricant sesuai rekomendasi OEM
Pastikan viscosity, ash level, dan spesifikasi lubricant sesuai dengan engine.

Pantau kondisi oli
Oil analysis dapat digunakan untuk melihat kondisi lubricant dan indikasi perubahan yang terjadi selama operasi.

Perhatikan konsumsi oli
Peningkatan oil consumption dapat menjadi indikasi adanya masalah yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Periksa kondisi piston dan valve
Pada engine yang beroperasi dalam kondisi berat, inspeksi komponen dapat membantu mengidentifikasi deposit sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.

Evaluasi interval penggantian oli
Interval drain sebaiknya ditentukan berdasarkan rekomendasi OEM dan kondisi aktual engine, bukan hanya mengikuti angka jam operasi yang berlaku untuk mesin lain.

Caltex sendiri merekomendasikan penggunaan LubeWatch Oil Analysis Program ketika mengevaluasi kemungkinan memperpanjang oil drain interval pada aplikasi HDAX 9200.

Deposit Tidak Selalu Berarti Oli Harus Langsung Diganti

Ketika ditemukan deposit pada gas engine, mengganti oli memang dapat menjadi bagian dari tindakan maintenance, tetapi penyebab utamanya tetap perlu dicari.

Jika deposit muncul kembali dengan cepat, perusahaan perlu mengevaluasi kondisi engine, kualitas gas, operating load, oil consumption, serta kesesuaian formulasi pelumas.

Dengan demikian, maintenance tidak hanya bersifat reaktif, tetapi dapat diarahkan untuk mengurangi sumber masalahnya.

Pilih Gas Engine Oil Sesuai Aplikasi

Deposit pada gas engine dapat dipengaruhi oleh desain engine, temperatur dan tekanan operasi, karakteristik bahan bakar, serta kemampuan lubricant menghadapi oksidasi dan nitrasi. Pemilihan oli yang sesuai dapat membantu mengendalikan deposit sekaligus mendukung reliability engine.

Untuk kebutuhan Caltex HDAX bagi gas engine, genset, dan aplikasi power generation, PT Lancar Sakti dapat membantu menyediakan pelumas sesuai spesifikasi dan kebutuhan aplikasi perusahaan.

Lihat Katalog Produk PT Lancar Sakti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *